Recent Post

Khutbah terakhir Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahulloh menjelang wafatnya: "Wahai manusia … Sesungguhnya kalian tidak diciptakan untuk bermain-main tanpa ada maksud … Dan kalian tidak dibiarkan hidup tanpa pertanggungjawaban … Dan sesungguhnya bagi kalian ada tempat kembali (padang mahsyar)… Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi akan turun untuk menetapkan hukum dan mengadili kalian … Maka sungguh celaka dan merugi pada hari itu…orang yang luput dari kasih sayang (rahmat) Allah yang meliputi segala sesuatu… dan diharamkan baginya surga seluas langit dan bumi … "

Senin, April 25, 2011

Hadiah di Zaman Kita Adalah Suap

Amru bin Muhajir menuturkan:

Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz menginginkan sebuah apel. Katanya: “Alangkah enaknya jika kita punya apel. Baunya harum dan rasanya enak.


Kemudian seorang lelaki dari keluarganya pergi untuk menghadiahkan sebuah apel untuknya. Ketika utusan saudara Umar datang membawakan apel untuknya, dia berkata: “Betapa harum baunya dan betapa bagus kulit buahnya. Bawa kembali apel wahai anak muda dan sampaikan salamku kepada si fulan pemberi apel ini. Katakan padanya bahwa hadiah yang dia berikan telah kami terima sesuai dengan yang dia niatkan”.

Aku (Amru bin Muhajir) berkata: “Wahai Amirul Mukminin, pemberi apel itu adalah anak pamanmu dan seorang laki-laki dari anggota keluargamu, sedang engkau sudah mengetahui bahwa Nabi saw mau memakan hadiah, tetapi beliau tidak menerima sedekah”.

Umar menjawab: “Celaka kamu, sesungguhnya hadiah pada zaman Nabi saw adalah benar-benar hadiah, tapi pada zaman kita ini, hadiah itu adalah suap (risywah)”.


Jumat, Maret 25, 2011

Anakku, Hak Keluarga Bukan Pada Harta Rakyat!

Pada suatu hari, sampailah harta kekayaaan dari zakat dan jizyah yang dikirim dari beberapa daerah ke kota Madinah. Maka datang puteri Umar bin Khattab, Hafshah ra, kepadanya meminta bagian. Dia berkata sambil bergurau:
Wahai Amirul Mukminin, keluarkanlah hak kaum kerabat anda dari harta ini! Bukankah Allah telah berpesan mengenai kaum kerabat?

Anakku”, ujar Umar bersungguh-sungguh, “Hak kaum kerabat diambil dari harta ayah sendiri. Adapun harta ini adalah harta kaum muslimin. Ayo, berdirilah dan pulanglah ke rumahmu!


Memang, Umar mendapat didikan dari Muhammad RAsulullah SAW. Ia melihat gurunya berkata kepada puteri yang paling disayanginya: “Tidak wahai Fatimah, di antara kaum muslimin, masih ada yang lebih membutuhkan harta ini daripada kamu!”.

Permintaan puterinya tidak dipenuhi dan harta itu diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Minggu, Februari 20, 2011

Aku Hanya Seorang Lelaki Biasa dari Kaum Muslimin

Setelah Umar bin Abdul Aziz menguburkan Sulaiman bin Abdul Malik, dia mendengar bunyi bumi bergemuruh. Ternyata itu adalah suara iring-iringan kendaraan kekhalifahan yang terdiri dari kuda besar, kuda pacu dan kuda tunggangan. Pada setiap kendaraan terdapat seorang pemandu.

Apa semua ini?”, Tanya Umar.

Ini adalah kendaraan-kendaraan kekhalifahan, wahai Amirul Mukminin. Sudah siap untuk anda kendarai”, jawab mereka.

Apa hubunganku dengan ini. Singkirkan semua itu dariku. Kudaku lebih layak untuk aku kendarai”, titah Umar kepada mereka.
Kemudian seorang kepala polisi berjalan dengan tombak di depannya. Umar berkata kepadanya: “Menyingkirlah kamu dariku. Ada perlu apa kamu dengan semua ini. Sesungguhnya aku hanya seorang lelaki biasa dari kaum muslimin.”